Prabowo Tak Terima Realita Jokowi Lebih Baik

shares

Sekjen PDIP, Hasto Kritiyanto mengomentari tudingan dari JS Prabowo soal jet tempur yang mengganggu aktivitas pesawat Prabowo Subianto.

"Kubu Prabowo terus membangun skenario curang termasuk tuduhan adanya intervensi negara. Semua skenario kalap itu muncul akibat hasil survei yang menunjukkan pasangan Prabowo-Sandi semakin tertekan. Mereka biasa menghalalkan segala cara, dimulai dari hoaks, fitnah, skenario curang, politisasi agama, hingga teori konspirasi buta," kata Hasto.

"Pak Prabowo sangat berbeda dengan Ibu Megawati. Saat kami mau boarding ke Cirebon, Kamis (4/4) kemarin, pesawat Ibu Megawati sempat tertunda 23 menit karena takeoff-landing Sukhoi. Ibu Megawati pun dengan sabar menerima hal tersebut, mengingat Halim memang menjadi pangkalan pesawat militer," sambung Hasto.


Ia juga melanjutkan tentang bagaimana sikap emosional dari Prabowo Subianto.

"Mungkin karena Pak Prabowo merasa lebih TNI dari TNI maka munculah perasaan arogan tersebut. Sikap emosional tim Prabowo, ternyata 11-12 dengan capresnya sendiri. Pak Prabowo yang memang dikenal sebagai sosok emosional dan punya masa lalu yang kelam. Bahkan ada petinggi PPP yang secara nyata pernah melihat bagaimana ngerinya ketika Pak Prabowo emosional," ujarnya.

"Dalam debat terakhir, hal tidak terpuji ditampilkan ketika tertawa saja dilarang hanya karena Pak Jokowi tampil sebagai sosok yang lebih confident di dalam membangun kebanggaan terhadap TNI. Ketika Pak Jokowi mampu mengungguli seluruh gagasan politik pertahanan Pak Prabowo yang terlihat usang dan ketinggalan jaman, di situlah pecutan emosi itu terjadi. Nampaknya, Pak Prabowo tidak bisa menerima realitas Pak Jokowi lebih advance di dalam pemahaman Politik Pertahanan. Demikian halnya pernyataan Pak Jokowi yang lebih memercayai sepenuhnya institusi TNI, ternyata menjebol ambang batas emosi Pak Prabowo," lanjut Hasto

"Belajar dari sikap emosional Pak Prabowo tersebut, PDI Perjuangan tetap menampilkan jati dirinya sebagai partai yang menjunjung tinggi kebudayaan Timur, toleran, sopan santun, dan berkeadaban," tutupnya.
loading...