Prabowo Bilang Bohong, Petinggi Lembaga Survei Beri Balasan Monohok

shares

Prabowo Subianto mengatakan bahwa lembaga survei saat ini banyak yang bohong. Hal ini ternyata menuai reaksi keras dari pendiri LSI Denny JA.

"Jadi saya melihat pernyataan Prabowo itu adalah pengalaman personal dia yang pahit karena dia pernah tertipu oleh lembaga survei yang salah, yaitu pengalaman quick count di Pilpres 2014 cuma itu tak bisa di gebyah uyah (generalisir) untuk semua lembaga survei," tegas Denny Januar Ali, pendiri LSI Denny JA.


Denny mengatakan bahwa mungkin saja ini lantaran elektabilitas Prabowo-Sandi yang selalu kalah dari Jokowi-Maruf.

"Kebetulan sekarang ini lembaga survei hasilnya tak menyenangkan Prabowo, jadi coba cari saja di Google, semua lembaga survei yang berjumlah sekitar 20, itu Jokowi menang, yang beda hanya selisihnya, ada yang selisihnya kecil di bawah 10% ada yang di atas 10%," ucapnya.

Serupa dengan Sekjen Persepi, Yunarto Wijaya, Ia menganggap kalau Prabowo merasa trauma dengan lembaga survei yang pernah membohongi dirinya.

"Sebenarnya Prabowo lagi curhat dan cerita tentang pengalaman dibohongi lembaga survei di tahun 2014, sayangnya dia tidak bisa mengeneralisasi dari pengalaman pribadinya dan kemudian mendelegitimasi sebuah karya ilmiah yang banyak dilakukan oleh lembaga survei atau lembaga riset," tegasnya.

Lalu juga ada Direktur Populi Center, Usep S Ahyar, menegaskan bahwa lembaga survei sesuai dengan metodologi ilmiah. Kalau keberatan, bisa melaporkannya ke dewan etik.

"Nah sebenarnya ini kan retorika ya, ya menurut saya ditunjuk saja mana yang berbohong kemudian kenapa berbohong? Kalau memang berbohong mengadilinya itu kalau menurut saya bukan dengan politik, tapi dengan cara diajukan ke Dewan Etik (Persepi), lalu kemudian tolong diperiksa," ujarnya.
loading...