Hasil Survei Aneh, Ternyata Indomatrik Tak Terdaftar di Persepi, Pemiliknya Dicopot karena Kasus Quick Count 2014

shares

Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya. Persepi juga menyoroti sosok Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid.
"Tidak, tidak terdaftar. Itu yang punyanya si Yazid yang dikeluarkan dari Persepi tahun 2014," kata anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Untuk diketahui Yazid pernah menjadi ketua lembaga survei bernama Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), yang dijatuhi sanksi berupa pencopotan status keanggotaan oleh Persepi pada 2014.

Pada saat itu, Puskaptis menyebut Prabowo Subianto-Hatta Radjasa unggul perolehan suara dari Joko Widodo-Jusuf Kalla berdasarkan hasil quick count, padahal kebanyakan lembaga survei mengumumkan kemenangan Jokowi-JK.

"Husin Yazid dengan Puskaptis di 2014, dia kan tidak mau diaudit, diundang (untuk presentasi proses riset) juga tidak mau datang. Terus terbukti melakukan pelanggaran, kami keluarkan," ujar Hamdi.

Kembali ke Indomatrik, mereka baru saja merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres hingga akhir Januari 2019. Hasilnya, elektabilitas capres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebesar 44,04% dan Jokowi-Ma'ruf Amin, yang meraih 47,97% atau selisih angka elektabilitas antar kedua paslon hanya terpaut tipis.


Menanggapi hasil survei Indomatrik tersebut, Hamdi mengimbau agar masyarakat skeptis dengan melihat rekam jejak penyelenggara riset. "Publik harusnya tidak melupakan rekam jejak Yazid dalam kasus kesalahan quick count di 2014. (Indomatrik) itu ganti nama saja (dari Puskaptis)," tandas Hamdi.

https://news.detik.com/berita/d-4430472/lembaga-survei-indomatrik-tak-terdaftar-di-persepi
loading...