Sunday, April 7, 2019

PBNU Jelaskan Maksud Ketua PWNU Jatim Soal 'NU Goblok yang Tak Pilih Jokowi'

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelaskan maksud penyataan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar yang mengajak warga NU untuk mendukung capres Joko Widodo. PBNU menyebut KH Marzuki Mustamar sedang bicara mengenai memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak atau track record.

"Pak Marzuki itu orang yang dikenal dengan cara yang berfikir logik dan itu biasanya dikaitkan dengan track record orang ketika dia bicara. Kalau dikaitan dengan Pak Jokowi itu biasanya orang NU sangat terkesan dengan apa yang diberikan Jokowi terhadap NU berkaitan dengan historisnya hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari ketika beliau mengeluarkan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945" ujar Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi kepada wartawan, Minggu (7/4/2019).

Ia mengatakan sejarah resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hashim Asy'ari itulah yang dijadikan Jokowi landasan penetapan hari santri. Menurutnya, bagi warga NU penetapan hari santri dianggap spesial. Untuk itu, Masduki mengatakan ajakan KH Marzuki untuk memilih Jokowi untuk mengingatkan warga NU agar bersyukur.

"Kemudian oleh Pak Jokowi tanggal 22 Oktober sejarah itu digunakan sebagai landasan utama untuk hari santri yang sampai sekarang pada 22 Oktober diperingati sebagai hari santri. Itu hanya ada pada era Pak Jokowi yang mau seperti itu. Makanya orang NU yang sangat mengerti sejarah itu sangat bersyukur dengan apa yang ditetapkan sebagai hari santri, itulah kemudian lantas Pak Marzuki Mustamar mengatakan kalau yang tidak pilih jokowi seperti itu karena dia berfikir logis itu kira-kira seperti itu," ungkap Masduki.

"Itu yang membanggakan orang NU saat ini. Orang NU itu bangga karena ada hari santri itu bukan presiden yang lain bahkan tidak Gus Dur tapi Pak Jokowi," sambungnya.

Masduki mengatakan selain hari santri, masih ada beberapa rekam jejak kepemimpinan Jokowi yang dinilai menunjukkan kedekatan dengan NU antara lain, mengajak ulama dan kiai berkumpul rutin di Istana Negara hingga mengadakan zikir dan istigasah di Istana. Rekam jejak itulah yang dijadikan alasan oleh KH Marzuki mengajak warga NU untuk memilih Jokowi.

"Kalau melihat track record yang akan kita pilih kalau kita memilih pemimpin kira-kira itu. Ya dalam hal ini pemimpin nasional hendaknya lihat track record, salah satu latar belakang itu tadi itu, tentu banyak latar belakang yang lain kedekatan dengan NU dan Jokowi, yang lain misalnya Pak Jokowi itu yang mengundang secara rutin orang yang berzikir di istana, istigasah di istana, mungkin yang dihitung oleh Pak Marzuki menghitung track record kan itu," kata Masduki.


KH Marzuki Mustamar sebelumya meminta semua warga NU mendukung Jokowi. Menurutnya, dalam kepemimpinan Jokowi umat Islam digalakkan menggelar selawatan.

https://news.detik.com/berita/d-4500570/pbnu-jelaskan-maksud-ketua-pwnu-jatim-soal-nu-goblok-yang-tak-pilih-jokowi?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.53341291.2106411911.1554425118-1687481816.1549668778

Ramai Foto 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo, Ini Kata GNPF-U

Foto-foto saf salat yang terlihat bercampur antara laki-laki dan perempuan dalam kampanye akbar Prabowo Subianto di Stadion GBK ramai dibahas di media sosial. Ketua Umum GNPF-U Yusuf Muhammad Martak angkat bicara.

Dalam foto-foto yang ramai di Twitter itu, tampak beberapa anggota jemaah perempuan salat di antara kerumunan saf lelaki. Yusuf Martak, yang hadir dalam acara tersebut, mengaku belum mendengar atau melihat langsung foto-foto yang ramai dibahas di Twitter tersebut. Namun dia menegaskan tak ada unsur kesengajaan mencampurkan lelaki dan perempuan dalam satu saf salat.

"Saya belum pernah melihat fotonya, ya, kan, kalau saf itu pasti dibuat berbeda antara laki dan perempuan," kata Yusuf Martak saat dihubungi, Minggu (7/4/2019).

Yusuf Martak berbicara soal 'kondisi darurat'. Menurutnya, karena kondisi massa yang padat, ada perempuan yang salat di dekat lelaki meski tak bersebelahan.

"Cuma saya tidak tahu di dalam keadaan yang sudah darurat, karena sudah padatnya umat seperti kejadian seperti, ya contoh, seperti di Masjidil Haram, kadang-kadang itu berdekatan, hampir bersebelahan walaupun tidak bersenggolan ya. Sifatnya darurat tapi tidak ada setting saf salat itu, itu hal yang tidak mungkinlah karena kepanitiaannya juga dari kita juga ngerti semualah," ucap Yusuf Martak.


Dia menegaskan tak mungkin panitia dengan sengaja mencampurkan saf salat perempuan dan lelaki lantaran sangat paham urusan demikian. Yusuf Martak menyebut ada kemungkinan itu terjadi lantaran kondisi darurat.


"Iya (mungkin karena darurat), saya jujur belum pernah lihat dan belum mendengar tapi yang jelas tidak akan mungkin campur. Biasanya saf perempuan di belakang, laki di depan tapi karena ini mungkin situasinya kan tidak mungkin, ya mungkin ada jarak. Cuma kadang-kadang kan orang karena ndak dapat tempat, masuk lagi, masuk lagi, akhirnya yang laki makin dekat, yang perempuan makin dekat. Gitu," sebut dia.

https://news.detik.com/berita/d-4500121/ramai-foto-saf-salat-campur-di-kampanye-prabowo-ini-kata-gnpf-u?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.55894248.2106411911.1554425118-1687481816.1549668778

Peserta Kampanye 02 Diklaim Lebih 1 Juta Orang, Pengelola Jelaskan Daya Tampung GBK

Capres 02 Prabowo Subianto mengklaim kampanye akbarnya hari ini dihadiri lebih dari 1 juta orang. Sebenarnya berapa orang daya tampung Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan ringroadnya?

Direktur Utama GBK Winarto bicara soal daya tampung Stadion Utama GBK. Dia bicara soal daya tampung ini lepas dari konteks kampanye Prabowo.

"Benar, tempat duduk 78 ribu kursi," kata Winarto kepada wartawan, Minggu (7/4/2019).

Winarto lalu bicara soal luas lapangan rumput dan trek atletik yang ada di dalam stadion. Namun dia tak bicara soal daya tampung.

"Jadi selain kursi, ada lapangan rumput, kemudian trek atletik, totalnya 13 ribu meter persegi," ujarnya.

Berapa daya tampung lapangan rumput dan trek atletik itu?

"Itu tergantung asumsi hitungan per meternya berapa orang," ujar Winarto tak mau berspekulasi.


Dia juga menjelaskan luas ringroad di luar Stadion GBK yang biasa digunakan untuk jogging. Namun itu tadi, dia tak mau bicara soal daya tampung.

"Ringroad keliling itu 5.000 meter persegi," ujarnya.

Soal asumsi daya tampung, TKN Jokowi-Ma'ruf sebelumnya mengasumsikan 1 meter persegi diisi oleh dua orang. Dengan hitungan tersebut, berarti asumsi daya tampung GBK seluruhnya adalah sebagai berikut:

- 78 ribu kursi/orang + (13.000 meter persegi rumput dan trek atletik x 2 orang) + (5.000 meter persegi ringroad x 2 orang) = 114.000 orang

Jika diasumsikan satu meter diisi 3 orang, maka hitung-hitungan daya tampungnya adalah sebagai berikut:

- 78 ribu kursi/orang + (13.000 meter persegi rumput dan trek atletik x 3 orang) + (5.000 meter persegi ringroad x 3 orang) = 132.000 orang

https://news.detik.com/berita/d-4500006/peserta-kampanye-02-diklaim-lebih-1-juta-orang-pengelola-jelaskan-daya-tampung-gbk?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.90562905.2106411911.1554425118-1687481816.1549668778
Saturday, April 6, 2019

SBY Surati PD, Sebut Kampanye Akbar Prabowo Tak Lazim dan Tak Inklusif

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sempat menyurati tiga petinggi Partai Demokrat terkait gelaran kampanye akbar capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. SBY berbicara soal ketidaklaziman di kampanye Prabowo-Sandi.

Surat SBY itu, seperti dilihat detikcom, Minggu (7/4/2019), ditujukan kepada Ketua Wanhor PD Amir Syamsuddin, Waketum PD Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan. Pesan SBY itu tersebar di WhatsApp dan dibenarkan politikus PD Andi Arief.

Di awal pesannya, SBY, pada Sabtu 6 April 2019, mengaku mendapat informasi yang mengandung kebenaran mengenai kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK). SBY menyebut kampanye akbar Prabowo-Sandi mengandung unsur ketidaklaziman.

"Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang 'set up', 'run down' dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar. Malam hari ini, saya mendapat kepastian bahwa informasi yang didapat dari pihak lingkaran dalam Bapak Prabowo, berita yang saya dengar itu mengandung kebenaran," sebut SBY dalam suratnya.

Berikut ini surat lengkap SBY kepada elite Demokrat soal kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK:

Kepada yang terhormat

1. Ketua Wanhor PD Amir Syamsudin
2. Waketum PD Syarief Hassan
3. Sekjen PD Hinca Panjaitan

Bismilahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Sejahtera

Salam Demokrat!

Sebenarnya saya tidak ingin mengganggu konsentrasi perjuangan politik jajaran Partai Demokrat di tanah air, utamanya tugas kampanye pemilu yang tengah dilakukan saat ini, karena terhitung mulai tanggal 1 Maret 2019 yang lalu saya sudah memandatkan dan menugaskan Kogasma dan para pimpinan partai untuk mengemban tugas penting tersebut. Sungguhpun demikian, saya tentu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan agar kampanye yang dijalankan oleh Partai Demokrat tetap berada dalam arah dan jalur yang benar, serta berlandaskan jati diri, nilai dan prinsip yang dianut oleh Partai Demokrat. Juga tidak menabrak akal sehat dan rasionalitas yang menjadi kekuatan partai kita.

Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang 'set up', 'run down' dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar. Malam hari ini, saya mendapat kepastian bahwa informasi yang didapat dari pihak lingkaran dalam Bapak Prabowo, berita yang saya dengar itu mengandungi kebenaran.

Sehubungan dengan itu, saya minta kepada Bapak bertiga agar dapat memberikan saran kepada Bapak Prabowo Subianto, capres yang diusung Partai Demokrat, untuk memastikan hal-hal sebagai berikut:

Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan 'inclusiveness', dengan sasanti 'Indonesia Untuk Semua' juga mencerminkan kebhinnekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. 'Unity in diversity'. Cegah demonstrasi apalagi 'show of force' identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrem.

Pemilihan Presiden yang segera akan dilakukan ini adalah untuk memilih pemimpin bangsa, pemimpin rakyat, pemimpin kita semua. Karenanya, sejak awal 'set up'-nya harus benar. Mindset kita haruslah tetap 'Semua Untuk Semua' , atau 'All For All'. Calon pemimpin yang cara berpikir dan tekadnya adalah untuk menjadi pemimpin bagi semua, kalau terplih kelak akan menjadi pemimpin yang kokoh dan insyaallah akan berhasil. Sebaliknya, pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, atau yang menarik garis tebal 'kawan dan lawan' untuk rakyatnya sendiri, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh. Bahkan sejak awal sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa. Saya sangat yakin, paling tidak berharap, tidak ada pemikiran seperti itu (sekecil apapun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo.

Saya pribadi, yang mantan capres dan mantan Presiden, terus terang tidak suka jika rakyat Indonesia harus dibelah sebagai 'pro Pancasila' dan 'pro Kilafah'. Kalau dalam kampanye ini dibangun polarisasi seperti itu, saya justru khawatir jika bangsa kita nantinya benar-benar terbelah dalam dua kubu yang akan berhadapan dan bermusuhan selamanya. Kita harus belajar dari pengalaman sejarah di seluruh dunia, betapa banyak bangsa dan negara yang mengalami nasib tragis (retak, pecah dan bubar) selamanya. The tragedy of devided nation. Saya pikir masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik. Seperti yang kita lakukan dulu pada pilpres tahun 2004, 2009 dan 2014. Bangsa kita sangat majemuk. Kemajemukan itu disatu sisi berkah, tetapi disisi lain musibah. Jangan bermain api, terbakar nanti.

Para kader pasti sangat ingat, Partai Demokrat adalah partai Nasionalis-Relijius. Bagi kita Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Tidak boleh NKRI menjadi Negara Agama ataupun Negara Komunis. Indonesia adalah 'Negara Pancasila' dan juga 'Negara Berke-Tuhanan'. Inilah yang harus diperjuangkan oleh Partai Demokrat, selamanya.

Saya berpendapat bahwa juga tidak tepat kalau Pak Prabowo diidentikkan dengan kilafah. Sama tidak tepatnya jika kalangan Islam tertentu juga dicap sebagai kilafah ataupun radikal. Demikian sebaliknya, mencap Pak Jokowi sebagai komunis juga narasi yang gegabah. Politik begini bisa menyesatkan. Sejak awal harusnya narasi seperti ini tidak dipilih. Tetapi sudah terlambat. Kalau mau, masih ada waktu untuk menghentikannya.


Dari pada rakyat dibakar sikap dan emosinya untuk saling membenci dan memusuhi saudara-saudaranya yang berbeda dalam pilihan politik, apalagi secara ekstrem, lebih baik diberi tahu , apa yang akan dilakukan Pak Jokowi atau Pak Prabowo jika mendapat amanah untuk memimpin Indonesia 5 tahun mendatang (2019-2024). Apa solusinya, apa kebijakannya? Tinggalkan dan bebaskan negeri ini dari benturan identitas dan ideologi yang kelewat keras dan juga membahayakan. Gantilah dengan platform, visi, misi dan solusi. Tentu dengan bahasa yang mudah dimegerti rakyat. Sepanjang masa kampanye, bukan hanya pada saat debat saja.

Demikian Pak Amir, Pak Syarief dan Pak Hinca pesan dan harapan saya. Ketika saya menulis pesan ini, saya tahu AHY berada dalam penerbangan dari Singapura ke Jakarta, setelah menjenguk Ibu Ani yang masih dirawat di NUH. Partai Demokrat harus tetap menjadi bagian dari solusi, dan bukan masalah. Selamat berjuang, Tuhan beserta kita.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Singapura, 6 April 2019

Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

https://news.detik.com/berita/d-4499811/sby-surati-pd-sebut-kampanye-akbar-prabowo-tak-lazim-dan-tak-inklusif?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.157230584.2106411911.1554425118-1687481816.1549668778

Ekonomi RI Tumbuh 5% Disebut Baik, Prabowo: Ndasmu!

Sejumlah sentilan dilontarkan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam kampanye di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (7/4/2019). Prabowo menyentil dari masalah pertumbuhan ekonomi hingga 'kartu'.

Mulanya, Prabowo meminta jeda dalam pidatonya untuk minum kopi.

"Sebentar saya minta izin minum dulu ya," katanya.

"Laki-laki minum kopi. Eh ini maaf-maaf ini pidato kebangsaan, nggak boleh banyak guyon, betul? Dikit-dikit guyon boleh," sambungnya.

Kemudian, Prabowo melontarkan candaan berbau sentilan. Salah satunya mengenai pertumbuhan ekonomi sebesar 5%.

"Kalau terlalu serius, kalian ngantuk, betul, kalian mau dengar pemimpin politik Indonesia memberi sambutan 'saudara-saudara sekalian, ekonomi Indonesia baik, pertumbuhan 5%'. 5% ndasmu!" ujarnya.

Kemudian, dia menyinggung harga-harga terkendali dan kemiskinan menurun. Prabowo menambahkan, menurun dari kakek ke cucu.

Selanjutnya, Prabowo juga menyinggung masalah infrastruktur dan bagi-bagi kartu.


"'Kita membangun banyak infrastruktur, nanti rakyat kita bagi kartu-kartu'. Bung kita butuh kerjaan bukan kartu. Betul?"celetuk Prabowo.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4499939/ekonomi-ri-tumbuh-5-disebut-baik-prabowo-ndasmu?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.55576808.2106411911.1554425118-1687481816.1549668778

Sandi Curhat Susah Urus Izin Selama 7 Bulan Kampanye

Cawapres Sandiaga Uno mengeluhkan susahnya mengurus perizinan untuk menyelenggarakan kampanye. Hal itu ia rasakan sejak tujuh bulan lalu.

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi acara bedah buku 'Prabowo-Sandi di Mata Milenial: Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil Makmur'. Acara di Surabaya itu dibubarkan kepolisian dengan alasan tidak memiliki izin.

"Memang perizinan ini memang salah satu yang menjadi kendala. Seperti di sini, mengurus perizinan acara ini saja susah," kata Sandi usai kampanye di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (6/4/2019).

"Teman milenial yang ingin mengadakan acara politik saat ini harus mendapatkan perizinan yang resmi. Dan kadang-kadang mengalami dinamika, apalagi yang dilaksanakan oleh challenger atau nonpetahana," ujar Sandi.

Mengenai bedah buku di Surabaya, Sandi menilai acara itu hanya membedah sisi ekonomi yang ditawarkan Prabowo-Sandi. Meski demikian, Sandi menyebut acara itu boleh dihadiri pendukung paslon 01.

"Teman 01 pun boleh datang, atau bisa mengadakan bedah buku sendiri. Kegiatan seperti ini yang seharusnya diberikan ruang oleh aparat dan instansi," ujarnya.


Sandi juga berpesan kepada para pendukungnya agar tetap semangat meskipun menghadapi kesulitan. Yakin hasil kerja keras mereka akan mendapatkan hasil maksimal.

"Saya bilang ke temen-temen jangan cengeng. Ini sudah risiko kita, tujuh bulan dibeginikan. Tapi buktinya teman-teman berhasil menyelenggarakan acara ini," tutupnya.

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4499502/sandiaga-curhat-susah-urus-izin-selama-7-bulan-kampanye?utm_source=twitter&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=news

Sri Mulyani Menkeu Terbaik Lagi, Fadli Zon: Terbaik di Mata Asing!

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mendapatkan predikat sebagai Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia. Ini merupakan ketiga kalinya dia mendapatkan predikat itu.

Indonesia tentunya bangga memiliki sosok menteri yang sering mendapatkan penghargaan itu. Namun tidak bagi Politisi Gerindra Fadli Zon.

Fadli Zon menilai Sri Mulyani hanya sebagai menteri keuangan terbaik di mata asing bukan di mata masyarakat Indonesia. Sindiran itu diutarakannya melalui akun twiternya @fadlizon.

"Terbaik di mata asing, bukan di mata rakyat Indonesia. Ia telah membuat tuannya senang makanya diganjar hadiah. Bu, hadiah terbaik adalah dr rakyat, yaitu bisa tersenyum dg keadaan. Ekonomi sulit rakyat makin menderita," cuit Fadli Zon seperti dilihat detikFinance, Jumat (5/4/2019).

Fadli Zon melontarkan pernyataan itu pada pukul 5.11 sore ini. Hingga saat ini cuitan itu sudah di-retweet sebanyak 376 kali dan disukai sebanyak 1.400 akun.

Sebelumnya Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menkeu Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia pada 2 April 2019. Sebelumnya, FinanceAsia telah menobatkan Sri Mulyani sebagai Menkeu terbaik se-Asia Pasifik pada tahun 2017 dan 2018.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengungkapkan, menurut FinanceAsia, Sri Mulyani berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terakhir pada 2018 (1,7% dari Produk Domestik Bruto).

"Melalui program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada tahun 2016-2017, Menkeu Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan kepatuhan pajak (tax compliance), yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan," ungkap Nurfransa dalam keterangannya, Kamis (4/4/2019).

Melalui Global Green Sukuk, kata Nurfrasa, Sri Mulyani juga mengantarkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjual green bonds, surat utang yang digunakan secara spesifik untuk membiayai proyek-proyek untuk iklim dan lingkungan, yang terjual hingga US$ 1,25 miliar.

"Selain itu, di tengah pelemahan nilai tukar seiring perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Pemerintah bersama Bank Indonesia juga dinilai berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," jelasnya.


FinanceAsia mengeluarkan penilaian kinerja Menteri Keuangan di kawasan Asia Pasifik. Media ini melakukan penilaian dengan melihat bagaimana para Menteri Keuangan tersebut mengelola keuangan negara dalam kurun waktu satu tahun di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4498546/sri-mulyani-menkeu-terbaik-lagi-fadli-zon-terbaik-di-mata-asing